Sepakat! Polda dan JMSI Kalsel Perangi Hoax

KALSELTODAY.CO.ID, Banjarmasin – Bertempat disebuah rumah makan di kawasan jalan S. Parman Banjarmasin Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama dengan organisasi media Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kalsel gelar silaturahmi dan buka puasa bersama pada Jumat (30/4/2021).

Hadir dalam acara itu dari Polda Kalsel Kasubdit V (Kamsus/Keamanan Khusus) Dit Intelkam Polda Kalsel, AKBP Indera Gunawan dan Panit III Subdit Kamsus Dit Intelkam Bidang Siber Polda Kalsel, IPDA Muhammad Dicky Khairil.

Adapun dari JMSI Kalsel langsung dihadiri oleh Penasehat, Fathurrahman dan Sabirin HA Sukran Nafis, Ketua JMSI Kalsel Milhan Rusli serta segenap pengurus dan anggota lainnya.

Kasubdit V (Kamsus/Keamanan Khusus) Dit Intelkam Polda Kalsel  AKBP Indera Gunawan menyampaikan rasa syukurnya bisa bersilaturahmi dengan Pimpinan dan para anggota media online dibawah organisasi JMSI.

“Dengan silaturahmi ini kita jadi saling kenal, khususnya untuk menangkal berita hoax yang sangat marak di dunia maya maupun di media sosial (Medsos), untuk media sosial di bawah naungan JMSI Kalsel sudah terarah dalam menyampaikan berita karena sudah berbadan hukum, berpedoman UU Pers Nomor 40 Tahun 1999 serta Kode Etik Jurnalistik,” ungkapnya.

Berita Hoax sendiri merupakan informasi palsu, berita bohong, atau fakta yang diplintir atau direkayasa untuk tujuan lelucon hingga serius atau di politisasi yang bertujuan untuk menciptakan permusuhan dan konflik sosial berbasis suku, ras, agama, dan antargolongan (SARA).

Pada kesempatan itu Ketua JMSI Kalsel Milhan menyampaikan bahwa dirinya selalu mendorong agar media-media yang ada di dalam JMSI Kalsel bisa terverifikasi, selain itu menurutnya media siber itu menyajikan fakta, sehingga hal tersebut saling berkaitan dengan kerja Intelkam Polda Kalsel dan JMSI mempunyai tujuan yang sama, yakni untuk menyajikan fakta yang sebenarnya dan tugasnya adalah memerangi hoax.

“Jadi kita bersama Polda Kalsel sama-sama memerangi hoax dan hari ini yang kita lakukan adalah sebagai langkah awal,” ujarnya.

Lebih lanjut Milhan menerangkan bahwa media yang tergabung di JMSI selalu mengikuti aturan-aturan yang telah ditentukan oleh Dewan Pers.

Adapun penasehat JMSI Kalsel Fathurahman mengingatkan bahwa Pers itu tidak akan mati, karena ia bekerja secara profesional. Sebaliknya media yang abal-abal itu akan mati dengan sendirinya.

“Oleh sebab itu, kita punya masa depan, karena orang memerlukan pengakuan publik. Publik akan melihat berita yang telah dishare oleh media siber, sebagai bentuk produk jurnalistik yang profesional,” pungkas Fathurahman. (rds)

Facebook Comments