spot_img

Disdikbud Tala Gelar Sosialisasi Kurikulum Merdeka

KALSELTODAY.CO.ID, Tanah Laut – Untuk menyamakan persepsi para pelaku pendidikan di Kabupaten Tanah Laut (Tala) serta menyikapi perubahan kurikulum pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tala melakukan sosialisasi Kurikulum Merdeka, Selasa (2/8).

“Untuk mengenali sesuatu yang baru, kita cukup mengetahui unsur-unsur baru apa saja yang ikut membentuk hal tersebut sehingga menjadi hal yang baru” ujar Kasi Kurikulum Pendidikan Dasar Disdikbud Tala, Muhtar.

Sosialisasi yang digelar di Bon Sawit, Pelaihari ini di hadiri Kepala Sekolah se-Kecamatan Batu Ampar, Tala.

Lebih lanjut Muhtar memaparkan ada lima langkah dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka, yaitu memahami garis besarnya, memahami pembelajaran dan asesmen, memahami pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan dan terakhir memahami pengembangan penguatan profil pelajar Pancasila.

BACA  Satuan Binmas Polres Tala Gelar Sosialisasi dan Pembinaan Kepada Polsuspas Rutan Klas IIB Pelaihari

“Tujuan pokok dari proses pendidikan menurut Kurikulum Merdeka adalah perkembangan bakat, minat, perubahan karakter, dan skill peserta didik agar dapat memiliki karakter yang lebih mandiri.” jelas Muhtar.

Dalam sosialiasi tersebut diterangkan ada lima unsur perubahan penting yang ditekankan ini, yakni pertama guru dan Kepala Sekolah diberi otonomi penuh pada Kurikulum Merdeka, dengan mengolah dan mengembangkan kurikulum sesuai dengan tahapan capaian dan perkembangan peserta didik.

Kemudian kedua, peserta didik ditempatkan sebagai subjekyang merupakan implementasi lebih lanjut dari kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Oleh karena itu, pada kurikulum ini diberikan ruang pada peserta didik untuk menjadi subjek, bukan objek dari proses pendidikan di sekolah.

BACA  Kisruh PD Baratala dengan Mantan, Ini Kata Praktisi Hukum (3-Habis)

Selanjutnya standar kompetensi dirumuskan lebih sederhana agar guru lebih mudah memahami, sehingga lebih dapat merumuskan langkah operasional dalam proses belajar mengajar.

Adapun yang keempat yakni materi lebih ringkas dan esensial, guru dapat lebih berkreasi secara instruksional untuk fokus pada pengembangan karakter, skill peserta didik, melalui pengajaran dengan pendekatan proyek. Penerapan pendekatan proyek sangat ditekankan dalam kurikulum Merdeka.

Dan pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) diganti dengan Pendidikan Pancasila.

Di Tala sendiri terdapat 84 sekolah yang telah melaksanakan Kurikulum Merdeka dengan rincian 50 sekolah dengan kurikulum mandiri berubah dan 34 sekolah dengan kurikulum mandiri belajar. (ymd/maa)

Facebook Comments
spot_img

Must Read

Related Articles