spot_img

Dinkes Banjarmasin Catat Ada Peningkatan Kasus DBD Periode Januari-Maret 2020

Foto: Dr. Machli Riyadi Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin saat ditemui awak media dlingkungan Kantor Pemerintahan Kota Banjarmasin Jalan RE Martadinata

kalseltoday.co.id, Banjarmasin–Ketika masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap virus Corona namun disisi lain kasus penderita demam berdarah atau DBD mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, sejak bulan Januari sampai dengan Maret tahun ini penderita demam berdarah mengalami peningkatan sebanyak 21 kasus.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Dr. Machli Riyadi Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin, “Kalau kita bandingkan di periode yang sama di tahun lalu, ada lonjakan. Jumlah orang yang positif terkena demam berdarah adalah sebanyak 21 orang,” ungkapnya saat ditemui awak media dlingkungan Kantor Pemerintahan Kota Banjarmasin Jalan RE Martadinata, Senin (16/03/2020).

Lebih lanjut Machli menerangkan kalau semua pasien sudah tertangani dengan rawat inap di beberapa rumah sakit yang ada di Kota Banjarmasin dan sudah dinyatakan sembuh.

BACA  Catat yaa! Ini 5 Waktu Terburuk Minum Kopi

“Saat ini sudah proses rawat inap, semuanya sembuh,” terang Machli

Dr. Machli Riyadi menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan peran Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), karena karakter nyamuk demam berdarah ini bisa terbang 200 meter.

“Boleh kita waspada dengan Corona, tapi jangan mengabaikan demam berdarah,” katanya

Ini sama sama virus penyebabnya dan sama sama tidak ada obatnya,juga masa inkubasi selama 14 hari,sama sama dapat menyebabkan kematian”ungkapnya

Adapun dari 21 kasus positif DBD tersebar di 5 Kecamatan di Kota Banjarmasin, yang terjangkit rata-rata anak umur antara 5-14 tahun.

“Dirawat di RS Sultan Suriansyah 10 orang, RS Islam, juga di RS lainnya, 21 orang ini tersebar diantara RS tersebut” jelas Machli lagi

BACA  BPS Kota Banjarmasin Gelar Sosialisasi Sensus Penduduk 2020

Dr Muchli Riyadi menegaskan kepada masyarakat harus waspada dengan demam berdarah dengan cara menguras bak-bak mandi, menutup, mengubur kaleng-kaleng bekas dan menutup tempat penampungan air karena jumlah sebelumnya 8 orang menjadi 21 orang yang positif terjangkit penyakit ini.

Penulis: Hijrah
Editor: Abe

Facebook Comments
spot_img

Must Read

Related Articles