spot_img

Anggaran Sisa 10 Persen, Pelayanan Bidang Sungai DPUPR Tetap Maksimal

Foto: Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Hizbulwathoni

kalseltoday.co.id, Banjarmasin–Kepala Bidang Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Hizbulwathoni mengungkapkan anggaran fisik yang dimiliki olehnya hanya tersisa sepuluh persen, yaitu 3.4 Milyar setelah dialihkan untuk penanganan wabah Covid-19 di Kota Banjarmasin.

Pengalihan anggaran tersebut tidak dilakukan sekaligus namun dilakukan beberapa kali.

“Sebenarnya sudah 5 kali dialihkan, cuma untuk bidang sungai sudah dialihkan sebanyak 3 kali,” ungkap Thoni sapaan akrabnya saat dihubungi kalseltoday.co.id, Jumat (19/6/2020).

Pengalihan pertama dilakukan terhadap anggaran pembangunan lanjutan siring muara kelayan sebesar Rp. 10.7 Milyar yang mengakibatkan pembatalan kontrak dengan konsultan pembangunan yang sudah dilelang beberapa waktu yang lalu.

“Mau tidak mau harus membatalkan kontrak dengan konsultannya karena anggaran untuk pembangunan fisiknya sudah dipakai untuk penanganan Covid-19,” terangnya.

BACA  Gubernur Serukan Kalsel Layak disebut Gerbang IKN

Kemudian pengalihan anggaran untuk Covid-19 kedua dilakukan terhadap sebanyak 2/3 (dua per tiga) dari seluruh anggaran yang tersisa di Bidang Sungai.

Dan pengalihan yang ketiga ketika pihaknya diminta oleh Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina untuk berpartisipasi dalam solidaritas Pemko dalam penanganan Covid-19.

“Sehingga anggaran yang dimiliki bidang Sungai Dinas PUPR Kota Banjarmasin saat ini tersisa 10 persen dari total anggaran awal sebesar Rp 33,9 miliar,” paparnya.

Namun demikian kata bapak tiga orang anak ini ia tetap optimis dan bekerja maksimal dalam melayani masyarakat melalui pasukan turbo yang masih dipertahankan perannya oleh Dinas PUPR Kota Banjarmasin.

“Tersisa untuk operasional pasukan turbo dan penjaga alat telemetri,” kata Thoni.

Saat ini pasukan turbo ada lima grup dengan masing-masing grup ada delapan pekerja dan satu pengawas dengan satu Kepala Pengawas untuk kelima grup, sedangkan penjaga alat telemetri ada tiga station alat pengukur pasang surut air sungai dan dsri tiga station tersebut masing-masing ada dua orang penjaga yang bertugas secara shift setiap hari selama 24 jam.

BACA  Dewan Kehormatan PWI Pusat: Jangan Ragu untuk Lakukan Investigasi

Editor: Abe
Foto: Diskominfotik

Facebook Comments
spot_img

Must Read

Related Articles