spot_img

Kalsel Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah, Yuk Simak Pencegahannya

Foto: Data Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalsel tanggal 24 April 2020

kalseltoday.co.id, Banjarbaru–Sampai dengan saat ini penggunaan rapid test atau test cepat yang dilakukan oleh Tim Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalsel bersama dengan tim gugus tugas yang ada di Kabupaten/Kota telah melakukan pemeriksaan sebanyak 2.268 orang dan yang dilaporkan reaktif terhadap Covid-19 ada 294 orang atau sekitar 12.96%.

“Kami sampaikan juga bahwa ada sekitar 2.268 yg terlaporkan hasil rapid test yang reaktif di antaranya 294 atau sekitar 12.96%,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan Pengendalian dan Penanganan Covid-19 Provinsi Kalsel HM Muslim dalam tayangkan saluran YouTube, Jum’at (24/4/2020).

Muslim menerangkan telah mendistribusikan sekitar 3800an rapid test dan hingga saat ini pihaknya masih menunggu laporan yang disampaikan oleh Kabupaten/Kota, rapid test sendiri dilakukan kepada Orang Dalam Pantuan (ODP), para petugas dan juga kepada tracking yang dilakukan terhadap kelompok-kelompok kontak maupun kluster-kluster tertentu.

“Oleh karena itu kami menyampaikan bahwa kesiapan kita terhadap ODT cukup mendukung apa yang dilakukan dalam upaya tracking maupun tracingnya dilakukan di berbagai kabupaten kota,” lanjut Muslim yang menjabat juga sebagai Kepala Dinkes Kalsel.

BACA  Terinfeksi Covid-19 Seorang Dokter Muda Banjir Dukungan

Lebih lanjut Muslim menerangkan apabila pemerintah daerah ingin melakukan maupun memperluas upaya-upaya pemeriksaan dengan menggunakan rapid test pihaknya mempersilakan karena sebagai upaya untuk memetakan dengan cepat terkait dengan dugaan sehingga bisa ditindak lanjuti lebih awal apabila hasilnya terjadi reaktif.

Namun Muslim mengingatkan hal yang lebih penting yaitu upaya yang dilakukan terhadap kelompok-kelompok atau kontak-kontak yang sudah terkonfirmasi positif sehingga tata laksana dilakukan karantina baik itu karantina dirumah atau isolasi mandiri ataupun ditempat khusus.

“Ataukah pada gejala-gejala yang harus dilakukan perawatan dirumah sakit, ini harus dilakukan dan ini adalah merupakan salah satu upaya kita dalam memutuskan rantai penularan,” sambung Muslim.

Muslim juga menyinggung terkait Pembatasan Sosial Beskala Besar merupakan upaya untuk memutus rantai penularan karena bisa membuat masyarakat bisa tertib berada dirumah.

“PSBB sejatinya adalah upaya kita untuk membatasi agar masyarakat tidak banyak lagi berada diluar rumah kemudian juga dibatasi pada tempat-tempat yg berpotensi bisa terjadi menularkan,” ujar Muslim.

BACA  Pemko Banjarmasin Alihkan Dana APBD Rp. 38,5 Milyar Untuk Penanganan Corona

Muslim berharap agar masyarakat bersama-sama bisa mematuhi terhadap ketentuan-ketentuan maupun himbauan-himbauan dari pemerintah sehingga upaya untuk mempercepat menuntaskan wabah Covid-19 di Provinsi Kalimantan Selatan dapat cepat dilakukan.

“Saat ini kita begitu gencar untuk mencari, mendeteksi, kemudian peningkatan kasus ini kita tangani dengan cepat dan juga akurat serta melakukan upaya-upaya keamanan terutama kepada petugas kita,” tutup Muslim

Sampai dengan hari Jum’at (24/4/2020) di Kalsel yang terkonfirmasi positif ada sebanyak 132 kasus diantaranya 11 kasus dinyatakan sembuh dan 7 meninggal dunia.

Editor: Abe

Facebook Comments
spot_img

Must Read

Related Articles